Raket Tenis untuk Anak: Panduan Memilih Ukuran Sesuai Usia dan Tinggi Badan
By Tirto Tennis Pers · October 8, 2026

Banyak orang tua langsung membelikan raket dewasa untuk anaknya, dengan alasan "biar awet, nanti juga dipakai sampai besar". Padahal ini justru bisa menghambat perkembangan anak. Raket yang terlalu panjang dan berat sulit diayunkan, membuat teknik pukulan salah, cepat lelah, dan bahkan berisiko cedera. Akibatnya, anak bisa cepat bosan dan berhenti bermain tenis.
Itulah sebabnya ada raket tenis junior. Ukurannya lebih pendek dan bobotnya lebih ringan, disesuaikan dengan usia dan tinggi badan anak.
Ukuran Raket Tenis Anak Sesuai Usia
Panjang raket tenis diukur dalam inci. Raket dewasa standar panjangnya 27 inci (68,5 cm), sedangkan raket junior tersedia mulai 19 hingga 26 inci. Berikut panduan umumnya:
Usia di bawah 4 tahun: raket 19 inci (48 cm), tinggi badan sekitar di bawah 100 cm
Usia 4–5 tahun: raket 21 inci (53 cm), tinggi badan sekitar 100–115 cm
Usia 6–7 tahun: raket 23 inci (58 cm), tinggi badan sekitar 115–128 cm
Usia 8–10 tahun: raket 25 inci (64 cm), tinggi badan sekitar 128–140 cm
Usia 10–12 tahun: raket 26 inci (66 cm), tinggi badan sekitar 140–150 cm
Usia 12 tahun ke atas: raket dewasa 27 inci (68,5 cm), tinggi badan di atas 150 cm
Catatan: tinggi badan lebih akurat daripada usia, karena pertumbuhan setiap anak berbeda.
Cara Cepat Mengecek Ukuran Raket yang Pas
Minta anak berdiri tegak dan memegang raket di samping badan dengan lengan lurus ke bawah, ujung raket mengarah ke lantai. Kalau ukurannya pas, ujung raket berada tepat di atas lantai atau sedikit menyentuhnya. Kalau raket menekuk di lantai, berarti terlalu panjang.
Kalau anak berada di antara dua ukuran, pilih yang lebih kecil. Raket yang sedikit pendek masih bisa dipakai dengan baik. Raket yang terlalu panjang justru menyulitkan.
Pasangkan dengan Bola yang Tepat
Federasi Tenis Internasional (ITF) menyarankan anak usia 10 tahun ke bawah berlatih dengan bola yang lebih lambat dan lapangan yang lebih kecil, bukan bola dan lapangan dewasa. Bola-bola ini dibedakan dengan warna:
Bola merah: paling lambat dan memantul rendah, untuk anak usia sekitar 5–8 tahun di lapangan kecil. Biasanya dipakai dengan raket 19–23 inci.
Bola oranye: sedikit lebih cepat, untuk anak usia sekitar 8–10 tahun di lapangan 3/4. Cocok dengan raket 23–25 inci.
Bola hijau: hampir seperti bola biasa tapi sedikit lebih lambat, dipakai di lapangan penuh oleh anak sekitar 9–10 tahun ke atas. Cocok dengan raket 25–26 inci.
Dengan bola yang lebih lambat, anak lebih mudah melakukan rally, cepat merasakan keberhasilan, dan lebih semangat berlatih.
Tips Memilih Raket Tenis Anak
Jangan membeli raket kebesaran "untuk persiapan". Raket yang pas membuat teknik anak berkembang dengan benar.
Pilih raket yang ringan. Raket junior memang dirancang ringan agar mudah diayunkan.
Perhatikan ukuran grip. Tangan anak harus bisa menggenggam pegangan raket dengan nyaman.
Pilih desain dan warna yang disukai anak. Kedengarannya sepele, tapi raket favorit bisa membuat anak lebih semangat berlatih.
Ganti raket seiring pertumbuhan. Biasanya anak perlu naik ukuran setiap 1–2 tahun.
Kapan Anak Pindah ke Raket Dewasa?
Umumnya sekitar usia 11–13 tahun atau saat tinggi badan sudah di atas 150 cm. Untuk anak yang berlatih rutin dan kompetitif, pelatih biasanya akan menyarankan waktu yang tepat. Raket transisi yang baik adalah raket dewasa yang ringan, dengan berat sekitar 255–285 gram.
Temukan Raket Tenis Anak di Tirtonic
Tirtonic Tennis Store menyediakan pilihan raket tenis junior original dari berbagai brand dan ukuran. Datang langsung ke toko kami di Jogja, Solo, atau Semarang bersama anak Anda. Staf kami akan membantu mengecek ukuran raket yang paling pas, sekaligus memilih bola dan sepatu tenis yang sesuai.
Lebih suka belanja online? Hubungi admin kami lewat WhatsApp dengan menyebutkan usia dan tinggi badan anak, dan kami bantu rekomendasikan raket yang tepat.
